Perlu Diketahui, Hati-hati Saat Menerima Hadiah






















Perlu Diketahui, Hati-hati Saat Menerima Hadiah

Perlu Diketahui, Hati-hati Saat Menerima Hadiah

Info Islami Promo-Jitu.com - Dalam era globalisasi dan pencampuran kebudayaan yang sangat beragam ini, kita cendrung sering sekali lupa atau sulit membedakan anatar halal dan haram atau antara hak dan bathil. Salah satunya kita sering sekali sulit membedakan antara yang mana disebut hadiah dan mana yang disebut sebagai sogok. dalam kedua hal ini didalam islam itu sangat jelas hukumnya berbeda dan apabila kita salah membedakan kedua hal ini akan menjadi fatal. Oleh karena itu, saya akan menjelaskan perbedaan antara keduanya.

Pengertian hadiah atau hibah atau kado itu sendiri adalah pemberian uang, barang, jasa, dan lain-lain tidak tidak aja keharusan untuk membalasnya seperti yang terjadi dalam perdagangan, walaupun dimungkinkan pemberi hadiah mengharapkan timbal balik akan tetapi biasanya pemberi hadiah tidak mengungkapkannya. Dalam hubungan manusia, hadiah dapat berperan untuk menambah kedekatan antara sesama manusia atau kedekatan sosial. Manusia dianjurkan untuk mengasihi sesama manusia lainnya. Mengasihi seseorang bisa juga dengan memberi hadiah kepada orang tersebut. Akan tetapi, tidak boleh meminta atau memaksa seseorang untuk memberi hadiah, seperti dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:

ﻋﻦﺳﺎﻠﻢﺑﻦﻋﺑﺪﷲﺑﻦﻋﻣﺮﻋﻦﺍﺑﻴﻪﻋﺑﺪﷲﺑﻦﻋﻣﺮﻋﻦﻋﻣﺮﺮﻀﻰﷲﻋﻨﻬﻢﻗﺎﻞ:ﻜﺎﻦﺮﺴﻮﻞﷲﺼﻠﻰﷲﻋﻠﻴﻪﻮﺴﻠﻢﻴﻌﻄﻴﻨﻰ
ﺍﻠﻄﺎﺀﻓﺎﻗﻮﻞ:ﺍﻋﻄﻪﻣﻦﻫﻮﺍﻓﻘﺮﺍﻠﻴﻪﻣﻨﻰ,ﻓﻘﺎﻞ:ﺧﺪﻩ,ﺍﺬﺍﺟﺎﺀﻚﻣﻦﻫﺫﺍﺍﻠﻤﺎﻞﺷﻴﺄﻭﺍﻨﺖﻏﻴﺮﻤﺷﺮﻑﻮﻻﺳﺎﺌﻞﻓﺨﺬﻩﻓﺗﻤﻭﻠﻪ,
ﻓﺈﻦﺷﺌﺖﻜﻠﻪ,ﻮﺍﻦﺸﺌﺖﺗﺼﺪﻖﺒﻪ,ﻮﻤﺎﻓﻻﻓﻼﺘﺘﺒﻌﻪﻧﻓﺴﻚ,ﻗﺎﻝ:ﺴﺎﻠﻡ:ﻓﻜﺎﻦﻋﺒﺪﷲﻻﻴﺴﺄﻝﺍﺤﺪﺍﺸﺌﺌﺎﻮﻻﻴﺮﺪﺸﻴﺌﺎﺍﻋﻄﻴﻪ
 (ﻤﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ)  

Artinya: Dari Salim bin Abdullah bin umar, dari ayahnya (Abdullah bin Umar), dari Umar ra., ia berkata: "Rasulullah SAW memberi bagian dari sedekah kepada saya, tetapi saya menolaknya dan saya katakan: "Wahai Rasulullah, berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkan. Beliau bersabda:"Terimalah, apabila harta itu mendatangimu, sedangkan kamu tidak mengharap-harapkan dan meminta, kemudian terserah kamu, boleh kamu makan atau kamu sedekahkan. Dan yang tidak datang kepadamu, janganlah kamu menuruti hawa nafsumu untuk mendapatkannya!" Salim berkata: "Setelah itu, Abdullah tidak pernah meminta sesuatu pun kepada orang lain dan tidak pernah menolak pemberian" (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut dijelaskan bahwa dilarang mengemis sesuatu apapun. selain itu juga dianjurkan untuk menerima segala pemberian dari orang lain walaupun tidak memintanya karena hal tersebut merupakan rezeki dari Allah SWT, urusan ingin dipergunakan atau tidak pemberian tersebut itu terserah, yang terpenting diterima saja karena hal itu adalah cara untuk menghargai pemberian dari orang lain.

Sedangkan definisi sogok disebut juga sebagai suap atau memberi uang pelicin. Adapun didalam bahasa syariat disebut dengan risywah. Secara istilah sogok disebut sebagai memberi uang kepada petugas atau pegawai dengan harapan mendapatkan kemudahan didalam semua urusannya dan sogok juga biasanya dapat merugikan orang lain.

Contoh sogok adalah pengusaha yang seharusnya membayar pajak akan tetapi pengusaha itu menyogok atau memberi uang terhadap pegawai pajak dan akhirnya pengusaha itu bebas dari pajak. Nah hal tersebut dapat merugikan masyarakat karena seharusnya uang pajak itu digunakan untuk perbaikan jalan, pembuatan jembatan, dan lain sebagainya akan tetapi uang tersebut hanya masuk ke sebagian pihak saja dan bukan ke masyarakat.

ﻋﻦﺍﺑﻰﻫﺮﻴﺮﺓﻗﺎﻞ:"ﻟﻌﻦﺮﺴﻮﻞﷲﷺﺍﻟﺮﺍﺸﻲﻮﺍﻟﻤﺮﺗﺸﻲﻓﻰﺍﻟﺤﻜﻢ"ﺮﻮﺍﻩﺍﺤﻤﺪﻮﺍﻻﺮﺑﻌﺔ,ﻮﺤﺴﻨﻪﺍﻠﺗﺮﻤﺬﻱ,
ﻮﺼﺤﺤﻪﺍﺑﻦﺤﺒﺎﻦ.                                                                                  

Artinya:  Dari Abi Hurairah. Ia berkata: Rasulullah SAW. mela’nat orang yang memberi suapan dan yang menerima suapan di tentang hukum.

Hadist tersebut dapat diketahui bahwa sogok menyogok itu haram hukumnya dan Rasulullah melaknat kedua belah pihak tersebut. Berbeda hubungannya dengan hadiah, jika memberi hadiah dengan tidak ada maksud tujuan tertentu di bolehkan. Tetapi apabila menjadi seorang pemimpin atau para penguasa hati-hati terhadap hadiah atau pemberian orang lain. Jika hadiah tersebut mempunyai maksud dan tujuan tertentu untuk memperlancar segala urusan orang yang memberi hadiah tersebut menjadi haram hukumnya. Oleh karena itu kita perlu berhati-hati saat menerima pemberian atau hadiah, dan sebaiknya menanyakan maksud dan tujuan hadiah atau pemberian tersebut.

Terimakasih sudah membaca nasehat islami dari promo-jitu.com tentang Perlu Diketahui, Hati-hati Saat Menerima Hadiah.










#UNBK #UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER #S1 #S2 #S3 #D1 #D2 #D3 #D4 #Jalur Reguler #Jalur Non Reguler #Akreditasi #Jurusan #Pembukaan #Brosur #Mata Kuliah #Biaya Uang Semester #Syarat-syarat Pendaftaran #Jadwal Daftar Ulang #Alamat Kampus #Fakultas #Universitas #Perguruan Tinggi Negeri #Perguruan Tinggi Swasta #Waktu Pendaftaran #Biaya Uang Kuliah #Biaya Pendaftaran #Jadwal Tes #Jadwal Daftar Ulang #Pengumuman SBMPTN #Info SNMPTN #UM-PTKIN #UMPN #nomor telpon #no telfon #nomor telepon #Bidikmisi